Salah satu faktor risiko yang tak bisa dihindari adalah riwayat keluarga. Beberapa penyakit yang terbukti dapat terjadi akibat riwayat keluarga adalah diabetes, penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi. Tak hanya itu, ada beberapa orang yang percaya kalauVertigo juga dapat terjadi akibat faktor riwayat keluarga. Benarkah demikian ?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, Anda perlu tahu bahwa orang dewasa maupun anak-anak bisa mengalami vertigo. Menurut dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter, vertigo merupakan gejala pusing yang disertai dengan rasa melayang dan berputar. Penderita penyakit ini akan merasa kalau dirinya atau objek yang ada di sekelilingnya berputar-putar.

Secara umum, penyebab vertigo dibagi menjadi dua, yaitu vertigo perifer dan vertigo sentral.

Vertigo perifier

Vertigo perifer terjadi karena adanya gangguan organ keseimbangan yang letaknya di dalam telinga. Vertigo jenis ini memiliki gejala pusing yang lebih berat, hingga disertai gejala mual dan muntah yang muncul tiba-tiba.

“Hal itu bisa dipengaruhi oleh perubahan posisi kepala dan disertai dengan masalah telinga, seperti telinga berdengung, sulit mendengar, keluar cairan dari telinga, hingga rasa nyeri,” jelas dr. Reza.

Vertigo sentral

Vertigo sentral berasal dari gangguan saraf dan otak. Gejala terjadi lebih ringan, namun durasinya lebih lama. Meski tidak dipengaruhi posisi kepala, vertigo sentral muncul beserta gangguan neurologis tertentu, seperti nyeri kepala, kejang, gangguan sensoris, gangguan penglihatan, hingga gangguan keseimbangan.

Vertigo, penyakit keturunan?

Menurut dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, vertigo bukanlah sesuatu yang bisa diturunkan dalam keluarga. Hal tersebut turut dibenarkan oleh dr. Bambang Hady Prabowo, MM., MKK. dari KlikDokter.

Menurut dr. Bambang, vertigo memang bisa dialami oleh anak-anak dan orang dewasa, tetapi pada dasarnya penyakit tersebut bukanlah sebuah gangguan kesehatan yang berkaitan dengan riwayat keluarga.

Baca Juga :  Buah Cermai bisa Bikin Kulit Halus dan Bercahaya

“Ya, vertigo itu tidak berkaitan dengan hubungan darah. Namun, kebiasaan yang dilakukan bersama keluarga bisa memperberat penyakit vertigo yang sudah ada,” jelas dr. Bambang.

Misalnya saja, Anda sebagai anak yang memang memiliki penyakit vertigo akibat infeksi telinga. Nah, orang tua Anda adalah tipikal yang sangat suka begadang, sehingga Anda sering mengikuti pola hidup tersebut. Lama-kelamaan, gejala vertigo yang Anda alami bisa bertambah parah karena kekurangan waktu istirahat.

Dr. Reza juga mengatakan, gaya hidup yang bisa memperburuk vertigo yang sudah terlanjur terjadi adalah pola makan tinggi garam. Hal ini karena garam (Natrium) dapat memicu peningkatan tekanan darah, yang ujungnya menyebabkan gejala pusing atau sakit kepala yang parah.

“Tak cuma itu, orang yang sejak awal terserang vertigo juga sebaiknya tidak mengonsumsi kopi, teh, dan minuman beralkohol. Mereka juga wajib menghindari merokok dan berkendara,” dr. Reza menegaskan.

Kesimpulannya, vertigo jenis apapun tidak diturunkan dari orang tua, karena penyakit dengan gejala pusing berputar itu tidak memiliki kaitan dengan riwayat keluarga.

Meski begitu, kebiasaan buruk yang kerap dilakukan bersama keluarga dapat memperburuk penyakit, vertigo yang sebelummya memang sudah terjadi. Jadi, penting bagi penderita vertigo untuk tidak terpengaruh kebiasaan buruk yang dilakukan oleh anggota keluarga lain, agar gejala penyakitnya tidak bertambah parah. (adm/tgh)

Leave a Comment