Anda pasti sudah mengenal istilah sakit karena masuk angin. Meski istilah ini sudah dikenal luas di masyarakat secara turun-temurun, namun ternyata masuk angin tidak dikenal dalam dunia medis.
dr. Mulia Sp. PD, ahli penyakit dalam mengatakan, istilah masuk angin hanya sebutan orang indonesia dan tidak ada dalam literatur kedokteran. “Sebenarnya masuk angin itu kumpulan gejala sakit dibadan,” ungkapnya.
Menurut dr. Mulia, orang Indonesia biasanya mulai merasa masuk angin ketika ada gejala tidak nyaman ditubuhnya, seperti merasa pegal, kembung, atau perut terasa penuh, tidak bisa berhenti buang angin, mual, batuk, flu, merasa kedinginan, serta demam.
“Biasanya kalau udah masuk angin langsung dikerokin, ini tidak dianjurkan. Karena kerokan justru akan membuka pori-pori tubuh,” tambahnya.
Dr Melia mencontohkan, kalau gejala yang dirasakan seperti perut kembung gara-gara telat makan, kerokan tidak akan membantu sama sekali, karena hanya dilakukan pada bagian kulit.
“Jadi solusinya harus dicari dulu faktor penyebabnya, setelah itu batu diberi penanganan yang sesuai, kalau dalam beberapa harimasuk anginnya masih ada sebaiknya segera diperiksakan ke dokter,” pungkasnya.(Tim Media RSI Hasanah)

