Pada tanggal 31 Desember 2019, di Kota Wuhan Tiongkok, dilaporkan adanya kasus pneumonia berat yang belum diketahui penyebabnya.
Berdasarkan hasil pengkajian etiologi, kasus ini terkait dengan Severe Acute Respiratory Infection (SARS) yang disebabkan Coronavirus.
Virus ini pernah menimbulkan pandemi di dunia pada tahun 2003.

Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID) merilis bahwa pada jenis Betacoronavirus yang menjadi outbreak di Wuhan, terdapat 5 genom baru yang berbeda dari SARS-coronavirus dan MERS Coronavirus.

previous arrow
next arrow
Slider

– –

Awalnya, terdapat 27 kasus. Kemudian meningkat menjadi 59 kasus, dengan usia antara 12-59 tahun.
Data per 31 Januari 2020 menunjukkan 9826 kasus terkonfirmasi. Dilaporkan pula terjadi kematian sejumlah 213 orang di China.

Bila tidak terjadi komplikasi, manifestasi klinis dari gejala yang muncul tidak spesifik.
Gejala utamanya : demam, batuk, dapat disertai dengan nyeri tenggorok, kongesti hidung, malaise, sakit kepala, dan nyeri otot.
Perlu diperhatikan bahwa pada pasien lanjut usia dan pasien immunocompromise , presentasi gejala menjadi tidak khas atau atipikal. Pada beberapa kasus ( confirmed )  tidak ada demam dan gejala relatif ringan. Pada kondisi ini, pasien-pasien tersebut tidak memiliki gejala komplikasi seperti dehidrasi, sepsis atau napas pendek.

Faktor risiko atau kondisi tertentu dalam menentukan kemungkinan terifeksi nCoV diantaranya adalah :
1. Memiliki riwayat perjalanan ke China atau wilayah/negara yang terjangkit (sesuai dengan perkembangan penyakit) dalam waktu 14 hari sebelum timbul gejala.
2. Memiliki riwayat kontak erat dengan kasus terkonfirmasi 2019-nCoV.
3. Bekerja atau mengunjungi fasilitas kesehatan yang berhubungan dengan pasien konfirmasi 2019-nCoV di China atau wilayah/negara yang terjangkit.
4. Memiliki riwayat kontak dengan hewan penular (jika hewan penular sudah teridentifikasi) di China atau wilayah/negara yang terjangkit.
5. Memiliki riwayat perjalanan ke Wuhan ATAU kontak dengan orang yang memiliki riwayat perjalanan ke Wuhan.

Baca Juga :  Forum Kota Sehat Mojokerto Dapat Penghargaan Dari Gubernur

Sampai saat ini, belum ada vaksin untuk nCoV 2019, meskipun sudah mulai dikembangkan proyek pembuatan vaksin oleh beberapa negara.
Cara terbaik adalah prevensi dengan cara berikut :
1. Menghindari kontak dengan virus dengan cara sering mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun selama 20-60 detik. Bila tidak tersedia, dapat menggunakan alkohol 60% atau hand sanitizer.
2. Hindari menyentuh bagian mulut, mata, dan hidung bila belum mencuci tangan.
3. Hindari kontak dengan orang sakit.
4. Tutup hidung dan mulut bila batuk atau bersin dengan tissue dan segera buang ke tempat sampah tertutup.
5. Pakai masker.
6. Tidak bepergian ke tempat dengan banyak orang bila sakit.
7. Segera periksakan diri dan keluarga bila sakit ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat.

.

dr. Titin Sholikah, Sp. P
Spesialis Paru

Leave a Comment