Cerita seorang wanita muda yang mengaku tertular HIV setelah melakukan facial di sebuah salon kecantikan tiba-tiba menjadi viral setelah diunggah dan dibagikan oleh seorang influencer di Instagram Story, lalu dibagikan kembali oleh seorang pengguna Twitter.
Kisah ini pun menjadi kisah yang horor di dunia maya dan diperbincangkan di dunia nyata, Warganet pun resah. Benarkan facial bisa menularkan HIV ? Pertanyaan ini yang ada dibenak Warganet.
Menanggapi hal ini, Dokter Spesialis kulit dan Kelamin yang sudah meraih penghargaan dan diakui secara nasional. DR Dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK, FINSDV dari klinik DNI SKIN CENTRE Denpasar mengatakan, kalau facial dikerjakan dengan standar medis yang benar dan oleh dokter yang kompeten, pada umumnya kecil kemungkinannya dapat menularkan HIV.
“Namun apabila penanganan yang salah, misalnya jarum atau alat komedo ekstraktor yang masih mengandung sisa darah langsung digunakan pada pasien berikutnya pada bagian yang mengalami luka, akan dapat memasukkan virus ke tubuhnya,” Kata dr Darma.
Namun, dr Darma juga mengatakan, kejadian penularan HIV melalui facial jarang terjadi. Karena penularan virus ini tergantung dari viral load atau jumlah virus dalam darah pasien yang sebelumnya, serta banyak faktor-faktor lain yang dapat menghambat perpindahan virus.
HIV, pada umumnya menular melalui hubungan seksual dan penggunaan jarum suntik secara bergantian. Oleh karena itu sang influencer yang mengaku tertular HIV saat facial ini juga ikut menanggapi lewat diskusi dengan sejumlah dokter.
Ia menyimpulkan, bahwa kemungkinan tertular disebabkan oleh lokasi perawatan facial wanita tersebut kurang steril.(Tim Media RSI Hasanah)

