Sayur bayam yang biasa dimasak menjadi sayur bening adalah satu menu yang banyak disuka. Tapi kalau kita salah memasaknya ternyata bisa menimbulkan efek yang membahayakan.
Pakar gizi Indonesia, Wahyu Hardi Prasetiyo menjelaskan, sayur bening bayam biar tidak menjadi racun harus memperhatikan cara memasaknya.
“Sayur bening bayam yang telah dimasak dalam jangka waktu lama atau dipanaskan berulang kali sangatlah berbahaya. Karena terjadi proses oksidasi antara sayur bayam dan udara,” jelasnya.
Salah satu sumber zat besi yang tinggi bagi tubuh adalah sayur bening bayam. Namun zat besi ini akan berubah menjadi senyawa ferro jika terlalu banyak bereaksi dengan udara.
“Zat ferro ini merupakan oksidan atau racun bagi tubuh Anda. Ketika makan sayur bening bayam yang sudah teroksidasi sama saja kita memasukkan racun ke dalam tubuh.” Ungkapnya.
Wahyu mencontohkan, sayur bayam yang sudah dipanaskan lama, perlahan-lahan akan berubah, dan setelah 4 jam akan berubah menjadi kehitaman.
“Saat menyantap bayam yang telah teroksidasi ini, kita tidak akan langsung merasakan dampaknya. Namun setelah beberapa waktu residu yang telah menumpuk dalam tubuh ini akan memunculkan penyakit sianosis,” tambahnya.
Penyakit sianosis, yaitu ketidakmampuan hemoglobin untuk mengikat oksigen, sehingga akan mengakibatkan seluruh jaringan tubuh menjadi lemas karena kebutuhan oksigennya tidak terpenuhi.
Pakar Gizi, Wahyu menyarankan, sebaiknya kalau ingin masak sayur bayam terutama sayur bening, ada baiknya memasak untuk sekali makan, agar tidak menimbulkan penyakit dikemudian hari.(Tim Media RSI Hasanah)

