107 TAHUN MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA

Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam sekaligus kekuatan nasional, sejak awal berdirinya pada tahun 1912 sampai kini, telah berjuang dalam pergerakan kemerdekaan dan melalui para tokohnya terlibat aktif mendirikan Negara Republik Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945.

Kiprah Muhammadiyah melekat dengan nilai dan pandangan Islam yang berkemajuan.
Pendiri Muhammadiyah sejak awal pergerakannya senantiasa berorientasi pada sikap dan gagasan yang berkemajuan.
Muhammadiyah sungguh-sungguh percaya bahwa Islam merupakan agama yang mengandung nilai-nilai kemajuan.
Islam adalah agama kemajuan (din al-hadlarah) yang diturunkan untuk mewujudkan kehidupan umat manusia yang tercerahkan dan membawa rahmat bagi semesta alam.

Sebagai bentuk komitmen moral dan tanggung jawab kesejarahan yang melekat dalam jiwa pergerakan, serta didorong oleh kehendak untuk mewujudkan cita-cita nasional, Muhammadiyah merumuskan pandangan atau pemikiran dasar mengenai Indonesia Berkemajuan, yang mungkin dicapai melalui rekonstruksi kehidupan kebangsaan yang bermakna. Artinya kemajuan Indonesia itu bukan hanya fisik dan lahiriah semata, tetapi harus disertai nilai-nilai bermakna yang bersumber pada agama, Pancasila, dan kebudayaan luhur bangsa.

previous arrow
next arrow
Slider

Tahun ini Muhammadiyah memperingati hari jadinya yang ke 107. Tema yang diusung dalam peringatan ini adalah “Muhammadiyah Mencerdaskan Kehidupan Bangsa”.

Melalui tema ini, Muhammadiyah mengajak untuk mewujudkan kualitas sumber daya manusia yang unggul, yaitu yang berkarakter utama dan berkecerdasan tinggi untuk meraih Indonesia berkemajuan di tengah tantangan era industri 4.0.

Pun, Muhammadiyah juga mengajak Islam untuk melakukan dakwah berkemajuan, yakni mengajak orang untuk damai, hidup tentram, dan toleran.

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Mojokerto, PDA, Lazismu, Rumah Sakit Islam Hasanah, Warga Muhammadiyah, AUM, Majelis/Lembaga dan PCM berpartisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan Milad Muhammadiyah ke 107 di Kota Mojokerto, beberapa kegiatan sosial di lakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama sejak mulai awal November 2019, diantaranya :
1. Pemberian bantuan gerobak dorong untuk PKL sebanyak 5 orang.
2. Program peduli guru dan murid dari 5 sekolah TK Aisyiyah kota Mojokerto.
3. Peduli 28 orang guru TPQ dan 10 orang marbot dari 7 masjid Muhammadiyah.
4. Pengobatan gratis di Gedung Gakwah Muhammadiyah pada tanggal 24 November 2019 sebanyak 35 orang.
5. Peduli guru-guru dan murid 7 sekolah Muhammadiyah.
6. Khitanan gratis sebanyak 38 anak di RSI Hasanah tanggal 23 November 2019.
7. Santunan tunai kepada 32 orang Dhuafa sekitar RSI Hasanah.
8. Program beasiswa 1 orang yatim di sekolah Muhammadiyah.
9. Bantuan permodalan 1 pedagang/UMKM dari warga Muhammadiyah.
10. Pembagian 500 paket sembako pada 30 November 2019.
11. Bantuan perbaikan rumah 1 orang dari PCM magersari.

Baca Juga :  Novel Corona Virus 2019

Realisasi dana sebesar kurang lebih 145 juta rupiah ini adalah donasi dari warga Muhammadiyah, Amal Usaha Muhammadiyah, Majelis/Lembaga dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah.

Puncak rangkaian kegiatan Milad Muhammadiyah ke 107 di Kota Mojokerto dihelat di gedung dakwah Muhammadiyah di jalan Taman Siswa Kota Mojokerto pada tanggal 30 November 2019. Acara ini dihadiri oleh Wakil Walikota Mojokerto, Kapolres Kota Mojokerto dan Komandan Kodim Kota Mojokerto. Acara yang dimulai pukul 06.00 pagi ini di awali dengan pawai kirab jalan santai dan kemudian dilanjutkan dengan pembagian hadiah serta ditutup dengan tabligh akbar bersama Prof. H. Syafiq A. Mughni, Ph.D, MA.

Leave a Comment