Perlukah bayi dipijat ?, jawabannya jelas sangat perlu. Karena bayi juga sama dengan orang dewasa yang bisa merasa capek, rewel juga stres.

Bidan RSI Hasanah yang menangani pijat bayi, Uswatun Chasanah mengatakan, pijatan untuk bayi merupakan terapi sentuh paling kuno, tapi cukup populer dan manfaatnya sangat banyak.

“Pijat bayi sebaiknya dilakukan secara rutin, minimal sebulan sekali. Manfaatnya untuk relaksasi, juga agar bayi bisa tidur terlelap dan berkualitas,” ungkapnya.

Selain itu, bayi yang dipijat sesuai dengan standar kesehatan dapat menurunkan produksi hormon stresor, sehingga bayi tidak mudah stres serta membantu mengatasi gangguan tidur.

Selain bermanfaat bagi si buah hati, pijat bayi juga bermanfaat bagi orang tua. Karena dengan melakukan pijat bayi, secara otomatis orang tua telah memberikan perhatian spesial dan mempererat ikatan binding atau ikatan yang kuat antara ibu dan bayi.

Baca Juga :  Layanan Baru RSI Hasanah untuk Mendukung Tumbuh Kembang Bayi

“Manfaat bagi ibu juga untuk mengetahui bahasa isyarat dan meningkatkan komunikasi dengan si bayi, serta bikin ibu tambah percaya diri dalam mengasuh bayinya,” tambahnya.

Sementara pada usia berapa bayi boleh dipijat ?

Sejumlah ahli menyatakan, pemijatan sebaiknya dilakukan setelah bayi melewati usia tiga bulan ketika fisik bayi tidak lagi terlalu lemah untuk dipijat. Namun ahli lain menyarankan pemijatan bisa dilakukan sejak usia bayi beberapa minggu dengan alasan pijatan dapat membantu bayi melewati masa transisi dari dalam rahim ke dunia luar.

Uswatun Chasanah juga mengatakan, bagi orang tua yang belum terbiasa memijat bayi sebaiknya berkonsultasi ke dokter anak atau tenaga ahli terlatih. Seperti bidan di rumah sakit RSI Hasanah.(Tim Media RSI Hasanah)

Leave a Comment