Ketika kita melihat sebuah pertandingan sepak bola, tentu ada banyak prmain bola yang menyundul bola meskipun itu berasal dari tendangan yang cukup keras. Dan goal yang diciptakan hasil dari sundulan (heading) adalh goal yang cantik.

Namun secara medis, terlalu sering menyusul bola bisa mengakibatkan trauma pada otak atau cidera otak?

Sebuah Penelitian yang dilakukan oleh Harvard Medical School menyatakan, ada perbedaan yang cukup signifikan antara otak pemain sepak bola yang sering menyundul bola dengan otak perenang.

Perbedaan yang disoroti oleh penelitian dalam Journal of the American Medical Association tersebut adalah gangguan atau keabnormalan pada lobus frontal, temporal, dan oksipitalis dalam otak para pemain sepak bola.

Baca Juga :  Micin Bisa Memicu Kanker, Mitos atau Fakta ?, Ini Kata Dokter

Mereka yang suka nyundul bola sering mengalami gangguan pada pola perilaku dan perubahan suasana hati (mood), seperti depresi, kecemasan dan sulit tidur.

Peneliti juga menyatakan, pesepakbola juga rata-rata terkena demensia atau kemunduran otak, seperti sering lupa pada 10 tahun lebih awal dibanding orang-orang pada umumnya.

Dr Helen Ling, ketua peneliti menegaskan, kerusakan pada otak para pesepak bola tersebut sama seperti kerusakan yang banyak dialami petinju.

Sekedar informasi, pesepak bola asal Inggris, Jeff Astle yang menderita penyakit degeneratif pada otak dan meninggal pada usia 59 tahun juga disinyalir sebagai akibat terlalu sering menyundul bola.(Tim Media RSI Hasanah)

Leave a Comment